Gunung Tangkuban Perahu – Wisata Asik Untuk Liburan di Bandung

Gunung Tangkuban Perahu merupakan salah satu tempat wisata di Bandung yang menjadi favorit bagi wisatawan yang sedang berada di Kota Kembang ini.

Gunung ini memiliki cerita legenda yang sudah sangat terkenal hingga ke kalangan luas, yaitu Legenda Sangkuriang, dimana legenda ini dikaitkan dengan bentuk Gunung yang mirip seperti perahu terbalik (tangkub).

Merupakan sebuah gunung api aktif dengan ketinggian mencapai 2084 Mdpl, kawasan gunung yang dikelola oleh Perum Perhutani ini menyuguhkan panorama alam yang sangat indah dan telah menjadi lokasi rekreasi favorit wisatawan, terutama bagi warga Bandung.

Daya Tarik Gunung Tangkuban Perahu

Kawasan wisata Tangkuban Perahu selalu ramai dikunjungi wisatawan, apalagi saat musim liburan, dapat dipastikan jumlah wisatawan yang datang akan semakin bertambah.

Dengan berbagai suguhan keindahan pemandangan alamnya, cerita legenda yang sudah dikenal luas serta akses transportasi yang sangat mudah, menjadikan kawasan Tangkuban Perahu sebagai ikon wisata Jawa Barat, terkhusus untuk Kota Bandung.

Terdapat banyak warung dan restoran di sekitar kawasannya yang tentunya akan semakin menunjang preferensi pilihan dan selera.

Kamu juga dapat membeli ragam souvenir dan cinderamata pada kios-kios yang juga banyak tersebar di lokasi wisata ini.

Keindahan Alamnya

Gunung Tangkuban Perahu terkenal akan keindahan panorama alamnya. Di kawasan ini terdapat sembilan buah kawah aktif yang bisa kamu saksikan secara langsung, yaitu Kawah Ratu, Kawah Baru, Kawah Lanang, Kawah Jarian, Kawah Ecoma, Kawah Jurig, Kawah Upas, Kawah Domas dan Kawah Siluman.

Saat pertama tiba di Tangkuban Perahu, kamu akan disuguhkan dengan pemandangan Kawah Ratu yang merupakan kawah paling besar di kawasannya.

Semburan gas belerang yang ada di dasar kawahnya merupakan pemandangan unik tersendiri yang bisa kamu saksikan.

Selain di kawah ini, kamu juga dapat trekking menuju kawah-kawah lainnya, seperti Kawah Upas yang merupakan kawah terbesar ke-dua nya. Letaknya persis berada di sebelah Kawah Ratu. Untuk menuju kesana diperlukan trekking kurang lebih selama 30 menit, melintasi sisi tepian jurang Kawah Ratu.

Kawah lainnya yang juga sering dikunjungi wisatawan adalah Kawah Domas yang berada sekitar 1 Km dari sebelah timur Kawah Ratu.

Untuk mencapainya kamu juga diharuskan trekking dengan melintasi medan berupa turunan jalan setapak bebatuan yang cukup curam dan licin saat dilewati.

Pemandangan di kawah ini juga tak kalah menakjubkannya. Tampak kepulan asap belerang yang keluar dari celah-celah bebatuan dan juga terdapat beberapa sumber air panasnya.

Biasanya masyarakat sekitar datang kesini hanya untuk berendam di air panasnya karena dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Selain itu, pemandangan unik lainnya yang bisa kamu saksikan adalah melihat rebusan telur di air panasnya.

Legenda Menarik

Selain terkenal dengan keindahan pemandangan alamnya, Tangkuban Perahu juga terkenal akan Legenda Sangkuriang yang menjadi asal-usul Tangkuban Perahu.

Menurut cerita, Sangkuriang merupakan seorang pemuda yang mencintai dan hendak menikahi ibu kandungnya sendiri yang bernama Dayang Sumbi.

Mereka sudah lama terpisah sehingga Sangkuriang tidak percaya bahwa Dayang Sumbi adalah ibu kandungnya, terlebih Dayang Sumbi masih memiliki kecantikan dan paras yang awet muda.

Untuk menggagalkan niat Sangkuriang yang hendak menikahinya, Dayang Sumbi pun mengajukan persyaratan, yaitu agar dibuatkan sebuah perahu dan danau dalam waktu satu malam.

Dalam usahanya memenuhi persyaratan tersebut, Sangkuriang pun gagal karena kehabisan waktu sehingga membuatnya kesal dan menendang perahu yang belum selesai dibuatnya sampai melayang jauh dan terbalik menelungkup.

Perahu yang menelungkup itu kemudian menjadi gunung dan dalam Bahasa Sunda, telungkup disebut tangkub sehingga gunung tersebut dikenal dengan nama Tangkuban Perahu.

Tips Yang Harus Diketahui

  1. Keadaan suhu di Tangkuban Perahu terbilang cukup dingin. Jangan lupa untuk membawa jaket dan pakaian hangat secukupnya.
  2. Sebaiknya bawalah masker saat berkunjung kesini, terutama kalau kamu hendak berkeliling kawahnya, karena hembusan asap belerang yang datang akan membuat dada sesak ketika terhirup.
  3. Berhati-hatilah saat dalam perjalanan menuju kawasan tangkuban perahu karena jalan yang dilalui berkelok-kelok. Sebaiknya berangkatlah saat pagi hari dimana kabut belum turun sehingga jalan dapat lebih terlihat dengan jelas. Selain itu pula pemandangan dari atas kawahnya pun akan lebih terbuka.
  4. Setiap tahun biasanya Pemerintah Daerah setempat akan mengadakan Festival Budaya dan Pariwisata di kawasan Gunung Tangkuban Perahu. Jika kamu tertarik untuk melihatnya, carilah informasi terkini kapan acara tersebut akan diadakan dan aturlah jadwal perjalananmu sebaik mungkin.

Lokasi Dan Transportasi

Gunung ini terletak sekitar 20 Km dari sebelah utara Kota Bandung. Tepatnya berada di Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Tidaklah sulit untuk mencari transportasi umum yang menuju kawasan gunung wisata ini. Dari Terminal Leuwi Panjang, Bandung, kamu dapat mencari Bus yang menuju Indramayu lintas Subang dan turun di pertigaan gerbang Tangkuban Perahu di Desa Cikole.

Dari sini selanjutnya perjalanannya kamu tinggal berjarak 3 Km lagi, kamu dapat menggunakan angkutan colt yang banyak tersedia di pertigaan gerbang.

Setibanya di kawasan Tangkuban Perahu, wisatawan akan dikenakan tarif masuk kurang lebih sebesar Rp 15.000 per orang.

Bagi yang membawa kendaraan pribadi juga akan dikenakan tarif masuk, dimana tarif untuk motor sebesar Rp 5.000, untuk kendaraan roda empat sebesar Rp 10.000 dan untuk kendaraan roda enam sebesar Rp 20.000.

Akhir Kata

Gunung Tangkuban Perahu merupakan lokasi yang tepat bagi kamu yang ingin merasakan sensasi panorama pemandangan alam.

Apalagi jika kamu sudah berada di Kota Bandung, sepertinya akan sangat sayang jika tidak menyempatkan diri datang ke kawasan ini.

Bahkan orang-orang sering menyebutkan bahwa, belum ke bandung namanya jika belum mengunjungi Tangkuban Perahu.

Selamat berlibur!!

Tinggalkan komentar